Airfoil Pada Pesawat Model

Share and Likes
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pasti kita akan bertanya apakah yang dimaksud dengan Airfoil itu ?

Airfoil adalah bentuk penampang potongan sayap. Hal yang terpenting dalam pembuatan pesawat model adalah pemilihan airfoil, karena airfoil yang menentukan performa terbang suatu pesawat. Sebenarnya jumlah bentuk airfoil yang ada sekarang ini banyak sekali. Bila fasilitas internet bisa dijumpai maka bisa dilihat antara lain pada website berikut ini:

  • Hiroshi Takeuchi’s NASG airfoil data base
  • Martin Hepperle’s Site
  • UIUC Airfoil Coordinates Database

Akan tetapi tidak semua airfoil bisa bagus dipakai untuk pesawat model sebab ada beberapa airfoil yang bila dipakai pada Rn yang kecil seperti yang terjadi pada pesawat model, akan menghasilkan hambatan profil (profil drag) yang besar sekali. Airfoil yang dipakai pada pesawat model adalah airfoil yang bisa bekerja pada Reynold Number yang kecil antara 30.000 sampai 200.000 yang menghasilkan hambatan kecil. Tipe airfoil yang dipilih harus mempunyai karakteristik sesuai dengan pesawat yang akan kita rancang, apakah pesawat kita akan digunakan untuk terbang layang, pesawat latih atau untuk terbang aerobatic dan lain sebagainya. Pada dasarnya ada 4 tipe arifoil yang sering digunakan pada pesawat model diantaranya:

  • Under cambered
  • Semi-symetrical
  • Symetrical
  • Flat bottom

Ketebalan airfoil dihitung dari jarak antara parmukaan bawah sampai ke permukaan atasnya yang terjauh. Airfoil yang tebal membuat konstruksi sayap lebih kuat, akan tetapi biasanya profil dragnya besar. Airfoil symetrical atau semi-symetrical yang tipis cocok untuk pesawat dengan kecepatan tinggi. Hambatan udara dan pitching momen yang dimilikinya juga rendah tetapi CL max nya juga rendah. Tapi itu semua tidak bisa dipakai sebagai pedoman baku. Untuk lebih detailnya bisa dilihat dari grafik airfoil berikut.

Tipe airfoil tipis

Tipe airfoil tebal

Membuat Gambar Airfoil ???

Untuk menghasilkan gambar airfoil yang presisi bila data koordinat tersedia, selain menggunakan software dari komputer, kita bisa menggambar dengan cara konvensioal.

Contoh: Data koordinat airfoil NACA 2412 yang didapat dari sumbernya adalah sbb :

Kemudian kita membuat garis-garis horizontal dan vertical. Garis vertikal  (“Station”) dibagi menjadi 100 bagian (yang terlihat dalam gambar hanya 1,25 ; 2,5 ; 5 dst). Kemudian garis horizontal (ordinate) dengan jarak panjang sama dengan garis vertikal digambar dari 0 ;1; 2; 3; dan seterusnya keatas dan -1; -2; -3; ke bawah. Kemudian sesuai daftar diatas kita potongkan antara garis station dan garis ordinat sehingga membentuk titik-titik. Titik-titik ini kita sambungkan sehingga membentuk airfoil.

 

Demikian sedikit tulisan tentang airfoil dari mimin, kiranya dapat membantu bagi para opreker untuk membuat pesawat model.

Salam Mabur Dari Langit Pekanbaru

By Oprek Drone 🙂

 

referensi : Edi Setio Utomo Book

 

 


Share and Likes
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Related posts